Pepatah Arab mengatakan 'alamatul kadzdzabi juduhu bil yamin', artinya 'ciri ciri pembohong adalah banyak bersumpah'. Allah berfirman dalam Al Qur'an :
yang arti nyala: Dan jangan engkau taat pada orang yang banyak sumpah apalagi hina.(al-Qalam:10)
orang orang arab sendiri kalau memuji orang lain,sekapun pujian itu membutuhkan penekanan,tetapi mereka menyampaikan pujian tersebut tidak dengan memperbanyak sumpah. fakhruddin ar-Razi berkata : "hikmah di perintahkan untuk tidak sering bersumpah adalah , karena orang yang sering bersumpah dengan nama Allah dalam hal hal yang kecil dan besar,sejatinya iala hanya menjadikan sumpah tersebut sebatas buah bibir. Di bibirnya keluar sumpah 'demi Allah'. Sedang sumpah itu sendiri tidak berbekas dalam hatinya.orang seperti itu tidak dapat di jamin akan selamat dari sumpah suaranya."
Salah satu bukti memuliakan Allah adalah selalu menjadikan nama Allah yang suci itu selalu berada di dalam hatinya. Bukan sekedar bersaksi dengan nama Allah hanya untuk tujuan tujuan kecil dan bersifat duniawi belaka.
Diriwayatkan pada suatu malam Umar bin Khatab secara diam diam berkeliling mengitari kota Madinah. Saat itu Umar mendengar seorang perempuan bersyair dalam bahasa Arab yang artinya :"alangkah lamanya malam ini,sekelilingnya penuh kelam. Aku selalu jaga malam tanpa kekasih yang kuajak bercengkerama. Demi allah,seandainya tiada dia,tidaklah juga yang lainnya.niscaya tepi tepi ranjang ini bergoyang.tetapi karena perlindungan Tuhan ku dan rasa malu Allah pun masih tetap menjaga ku. Dan demi kemuliaan suami ku,semoga perjalannya lancar."
Keesokan harinya Umar menjumpai para perempuan di sekitar Madina dan bertanya kepada mereka : "ke mana suaminya?" Perempuan perempuan itu menjawab bahwa suami nya sedang di kirim ke Irak untuk menyebarkan Islam di sana .
yang arti nyala: Dan jangan engkau taat pada orang yang banyak sumpah apalagi hina.(al-Qalam:10)
orang orang arab sendiri kalau memuji orang lain,sekapun pujian itu membutuhkan penekanan,tetapi mereka menyampaikan pujian tersebut tidak dengan memperbanyak sumpah. fakhruddin ar-Razi berkata : "hikmah di perintahkan untuk tidak sering bersumpah adalah , karena orang yang sering bersumpah dengan nama Allah dalam hal hal yang kecil dan besar,sejatinya iala hanya menjadikan sumpah tersebut sebatas buah bibir. Di bibirnya keluar sumpah 'demi Allah'. Sedang sumpah itu sendiri tidak berbekas dalam hatinya.orang seperti itu tidak dapat di jamin akan selamat dari sumpah suaranya."
Salah satu bukti memuliakan Allah adalah selalu menjadikan nama Allah yang suci itu selalu berada di dalam hatinya. Bukan sekedar bersaksi dengan nama Allah hanya untuk tujuan tujuan kecil dan bersifat duniawi belaka.
Diriwayatkan pada suatu malam Umar bin Khatab secara diam diam berkeliling mengitari kota Madinah. Saat itu Umar mendengar seorang perempuan bersyair dalam bahasa Arab yang artinya :"alangkah lamanya malam ini,sekelilingnya penuh kelam. Aku selalu jaga malam tanpa kekasih yang kuajak bercengkerama. Demi allah,seandainya tiada dia,tidaklah juga yang lainnya.niscaya tepi tepi ranjang ini bergoyang.tetapi karena perlindungan Tuhan ku dan rasa malu Allah pun masih tetap menjaga ku. Dan demi kemuliaan suami ku,semoga perjalannya lancar."
Keesokan harinya Umar menjumpai para perempuan di sekitar Madina dan bertanya kepada mereka : "ke mana suaminya?" Perempuan perempuan itu menjawab bahwa suami nya sedang di kirim ke Irak untuk menyebarkan Islam di sana .
Komentar
Posting Komentar